"Jadi, Nita kerja?" tanya Anarita, memulai percakapan. "Belum, Tante," sahut Anita, masih merasa kikuk. "Tapi ... saya mau memulai usaha pembuatan baju kecil-kecilan," imbuh Anita merendah. Memang, dia baru akan memulai usaha ibunya, melanjutkan perjuangan sang ibu. "Bagus itu. Saya dukung kamu, Nita. Terus, kedua orang tua kamu?" tanya Anarita. Bagaimanapun, dia juga ingin tahu latar belakang calon menantunya. "Saya tinggal dengan ibu saya. Ayah saya ... dia pergi, Tante." Suara Anita tercekat di tenggorokan ketika menceritakan soal ayahnya. Sebenarnya dia geram, tapi mau bagaimana lagi. Jika ditutup-tutupi tidak akan membuatnya lebih baik, kan? Anita pun menenangkan diri bahwa dia akan menikah dengan Kendra hanya untuk sementara. "Pergi ... maksudnya?" selidik Anarita. Anit

