"Ehem! Jadi, Nita ini janda gitu?" celetuk Nendra. Pria yang suka ceplas-ceplos itu memang tidak memiliki filter di mulutnya. Kendra sampai menghela napas dibuatnya. Seorang kakak yang tidak menggambarkan sifat kakak. "Nen, nggak usah komentar deh," sambar Kendra, bersungut. "Eh, bener kan kataku? Apa aku salah?" tanya Nendra lagi. "Nen!" sahut Kendra sengit. "Iya, Mas Nendra, saya janda. Janda anak satu," potong Anita, sebelum keduanya benar-benar bertengkar karenanya. Nendra meringis mendengar sahutan Anita. "Oh, iya." Nendra tersenyum kecut. Nyatanya, Anita berani menjawabnya di ruang makan. Dia lalu dia., sementara itu yang lain hanya diam berpikir. Kepalang sudah Anita tercebur di dalam urusan keluarga itu. Jika dia tidak dihargai hanya karena status, setidaknya dia ta

