Jangan Lupa Follow akunnya dan tapi love ceritanya! *** "Dia bereaksi. " Hangyul mengernyitkan dahinya kebingungan. Apa yang sedang berusaha Ayana sampaikan padanya. Hangyul sendiri masih tidak paham. Wanita itu tampak menunduk untuk menatap perut yang terlihat rata bagi Hangyul. Suasana siang yang tidak terlalu terik karena banyaknya pohon rindang, terasa sepi dan sunyi. Seolah-olah hanya ada mereka berdua disana. "Baby Wulf," Ujar Ayana sembari menunjuk perutnya sendiri. Hangyul mengangguk paham, dia lupa kalau ada hal yang akan dia tanyakan pada Ayana juga. Mengingat ini sudah tepat tiga bulan usia kandungan Ayana. "Bagaimana kondisimu saat dia bereaksi?" Pria itu bertanya dengan nada serius. "Tadi aku membantu salah satu teman untuk bertukar shift, dan aku membersihkan ru

