Bab 11 - Memandang dari jauh

1172 Kata
Syarat Baca!! Follow akunnya dan tapi Love ceritanya. *** "Dasar pria licik. Dari dulu hingga kini, pria tua itu selalu saja menyusahkan," Ucap pria yang saat ini duduk dengan tegapnya ditambah sebuah poster di tangannya. Jangan tanya apa yang mereka naiki sekarang. Walaupun dunia ini berbeda dengan dunia manusia, namun peradabannya tetaplah sama. Mobil itu bergerak mendekat ke sebuah kastil megah yang berada di tengah sana. Seungyoun sang asisten pribadi menarik salah satu poster yang berada di tangan tuannya kemudian membuang poster itu tanpa ekspresi. Dia tau kalau Raja Seungwoo tidak akan suka dengan penawaran dari Perdana Menteri Go Jeong. Pria itu selalu mencari celah agar bisa menyelinap ke negerinya. Tentu aliansi pernikahan tidak akan semudah itu diterima oleh Raja Seungwoo. Seungyoun tau itu, Rajanya bahkan tidak ingin terlihat lemah jika menyangkut wanita. "Jika mereka ingin perang, maka lakukan," Timpal Seungwoo yang saat ini bersandar dengan sebuah bulu serigala tebal milik musuhnya yang dijadikan luaran untuk menutup bahu telanjangnya. Seungyoun yang berada di depan kemudi mengangguk. Tentu perjalanan mereka kali ini melibatkan beberapa pengawal dibelakang sana. Taewon adalah Negeri fantasi yang beradaptasi dengan abad 21. Mereka tentu tidak ketinggalan jaman seperti apa yang tertera di cerita fiksi bergenre fantasi biasanya. Begitu juga dengan negeri fantasi yang dihuni oleh makhluk immortal lainnya. Mereka membagi kekuasaan dan wilayah kuasa dengan sangat adil. Makhluk seperti mereka tidak akan tersulut emosi jika tidak ada pihak pengadu domba. "Putri Cha Yeon sepertinya memiliki perasaan pada yang mulia. Terlihat saat anda berada di pesta dansa semalam. Walaupun dia adalah putri bungsu, kenapa anda tidak mendekatinya saja?" Seungwoo menarik kedua sudut bibirnya tipis. Tatapannya sangat tajam dan begitu menerawang. Memangnya apa yang diharapkan untuk memiliki pasangan? Itu semua hanya dongeng yang membuatnya ngantuk dan merasa lemah. "Tidak tertarik, jika pun aku mati. Aku akan memikirkanmu sebagai pengganti. Biarkan saja keluargaku tidak memiliki garis keturunan. Namun aku bersumpah, kalian harus terus mengenal siapa itu Raja Seungwoo," Ujarnya serius. Seungyoun terdiam dia tau mood Raja seungwoo sedang tidak baik-baik saja. mengingat perdana menteri Go Jeong kembali berulah dan membuat harga diri Rajanya terluka hebat. Mengungkit masa lalu kelam keluarganya, adalah hal yang paling di benci Seungwoo. "Anda terlalu serius. Garis keturunan Anda tidak boleh lenyap. Bukankah Anda sendiri yang mengatakan akan mengutuk siapa saja yang ingin merebut dan menghianati tahta anda?" Seungwoo berdehem pelan. Matanya terpejam, daripada harus membalas ucapan dari Seungyoun. Pria itu memilih untuk menutup matanya sejenak. 20 tahun lamanya dia menahan luka ini sendiri. Dia awalnya sangat tidak tertarik dengan tahta, memilih untuk merebut tahta sebelum jatuh ke tangan penghianat. Seungwoo membenci penghianatan, apapun bentuknya. Dia tidak akan memaafkan siapapun yang berani berkhianat di belakangnya. Begitu sumpah Seungwoo sebelum dia mengemban tugas menjaga perdamaian Negeri Taewon. Negeri yang dihuni para klan serigala. Awalnya Negeri serigala hanya satu kesatuan, namun karena keserakahan dan keegoisan, Negeri ini terpecah dan menjadi malapetaka untuk mereka jika memaksa untuk bersatu. Begitulah keadaannya, Seungwoo juga tidak ingin direpotkan dengan misi penuh ke mustahilan itu dan memilih egois dengan menjaga perdamaian negerinya sendiri. "Apa para rogue yang menyelinap keluar sudah berhasil di temukan?" "Menurut Laporan dari Hangyul, mereka berhasil meringkus para rogue dan sekarang berada di penjara bawah tanah." Seungwoo mengangguk kemudian melanjutkan kembali untuk beristirahat sejenak. Karena masih banyak urusan yang belum terselesaikan. *** Ayana melangkah dengan hati-hati. Begitu terkejut melihat ruangan yang menjadi kamar pribadi Seungwoo, berukuran cukup luas dan sangat megah. "Seperti yang aku bayangkan, ternyata memang sebesar ini dan sangat melebihi ekspetasiku," Gumamnya pelan kemudian memulai kegiatan bersih-bersih dari sudut ruangan dan menata beberapa barang yang entah kenapa, dibiarkan berjatuhan dan telungkup. Ayana sedikit menggerutu ketika melihat ada banyak sarang laba-laba tersembunyi. Apa mereka tidak pernah memperhatikan hal sekecil ini? "Haaaacccchhiii!" Ayana mengelus pelan hidungnya yang memerah. Kenapa kamar ini terasa tidak pernah di gunakan sebelumnya. Mulai dari menyapu, mengepel, bahkan mengelap hingga mengkilat, akhirnya Ayana menyerah dan membaringkan tubuhnya diatas ranjang empuk yang besar itu. "Sangat empuk, sepertinya mereka membuat ranjang ini dengan kualitas terbaik yang pernah ada," Ucapnya sembari menggerakkan tangan dan kakinya dengan nyaman. "Baby wulf, apa kau menyukainya sayang? Kamar ini sangat megah dan kasurnya sangat empuk. Berbeda dengan milik kita, besok jika kau besar. Jadilah kaya!" Ayana terkikik geli mendengar ucapannya sendiri, merasa sedikit gila dan setress disaat yang bersamaan. "Seharusnya saat Bunda dan Ayahmu berpisah waktu itu, Bunda ambil saja uangnya. tidak peduli harga diri, karena uang itu juga kewajibannya," Tambah Ayana yang saat ini bangkit. Tidak enak juga terus berada disini disaat Seungwoo akan datang sebentar lagi. Misinya hanya sebatas berdekatan dengan Seungwoo, tidak lebih. Jika pun memang benar Seungwoo akan menikah sebentar lagi, seperti apa yang dikatakan Miran. Ayana sama sekali tidak keberatan, semoga pria itu bahagia dan tidak mengganggu Ayana. Tok... Tok... Tok... Suara ketukan pintu membuat Ayana bergegas mengambil sapu dan membelakangi pintu agar terlihat sibuk. Ayana tidak berani berbalik, namun sepertinya yang datang seorang pelayan. "Hai, apa kau sudah lama membersihkan tempat ini?" Ayana segera berbalik, dan menghela nafas lega penuh syukur. Setidaknya benar apa yang menjadi dugaan Ayana mengenai siapa yang datang. Ayana mengangguk canggung, "Iya, itu benar. Aku sudah cukup lama membersihkannya." Wanita di depannya ini juga tampak canggung, "Maaf, seharusnya aku membersihkan tempat ini. Tapi Madam Ra Mi, malah menyuruhmu." Ayana menarik kedua sudut bibirnya keatas, Wanita tadi sempat terpesona melihat senyuman Ayana. Terlihat sangat manis dan mempesona. "A-apa sudah bersih semua? Sepertinya aku datang terlambat." Ayana mengangguk membenarkan memang sudah sangat bersih dan rapi. Apalagi kalau Ayana yang mengerjakan, jangan tanya bersihnya seperti apa? Karena memang pekerjaannya sudah selesai, Ayana hendak pergi. Namun wanita tadi menahannya---Kirao nama wanita itu---sepertinya hendak mengajak Ayana untuk mengobrol. "Kamu mau pergi kemana?" "Kembali dan beristirahat," Jawab Ayana santai. "Sayang sekali, bukankah nanti ada pesta penyambutan. Kamu tidak ingin datang kesana dan melihat banyak bangsawan sekaligus Raja Seungwoo?" Ayana menggeleng dan dengan santainya wanita itu menggeliat pelan lalu menguap. Jangan tanya mengapa hal itu bisa terjadi, memangnya daritadi mengerjakan pekerjaan rumah yang tidak kunjung selesai, tidak melelahkan? "Lain kali saja, tubuhku rasanya sangat pegal. Nikmati saja pesta itu, aku ingin segera kembali ke kamar." Benar saja, Ayana langsung kembali masuk kedalam kamar. Tidak peduli tatapan heran dari Kirao untuknya. Walaupun benar kata Kirao, ini adalah kesempatan besar untuk berdekatan dengan seungwoo. "Tapi tubuhku tidak akan mentolerirnya." "Hah, lebih baik istirahat!" Tambah Ayana lagi. Malam semakin larut dan pesta penyambutan sudah benar-benar dilaksanakan. Ayana terbangun ketika tengah malam, suara lolongan serigala membuatnya merasa tidak nyaman. Aneh memang, dia masih terlalu takut mendengar lolongan tersebut. Karena bosan, Ayana memilih untuk duduk di depan jendela, langkah kakinya terdengar pelan dan dia juga tidak lupa mengambil teh hangat untuk di minum. Ketika tatapan wanita hamil itu mendongak, ingin menatap bulan. Justru yang dia lihat adalah jendela kastil kamar Seungwoo. Dimana pria itu sedang berdiri dengan tatapan tegasnya. Tentu saja Seungwoo tidak akan pernah menyadari keberadaan Ayana. Apalah dia, manusia biasa yang pantas di lupakan. "Ck, yang namanya mantan memang selalu terlihat menggoda setelah jadi mantan," Decak Ayana. Sejak malam itu, Ayana memutuskan untuk memandang Seungwoo dari jauh di malam gelap, dan di waktu yang sama.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN