Suara erangan disertai dering weker menyambut pagi di dalam sebuah kamar apartemen serba putih dan cokelat kayu. Sharlynn yang masih merasa enggan beranjak dari tempat tidur menggulingkan badannya dan meraba nakas. Ia raih benda yang mampu mengeluarkan suara paling berisik setiap pagi. Memaksa membuka mata yang masih terasa lengket, Sharlynn gegas mematikan dering weker dan setengah melirik pada jarum jam pada weker. "Ya Tuhan, aku terlambat!" pekiknya sembari menyibak selimut dengan kasar. Setengah meloncat dari ranjang, Sharlynn hampir saja terjungkal. Berlarian dengan telapak kaki telanjang tanpa alas, membuat wanita itu setengah berjinjit karena telapak kakinya menginjak sisa bungkus Snack yang menemaninya bekerja hingga malam. Baru saja ia berada di depan pintu kamar mandi, Shar

