Mobil yang dikemudikan Richie sudah memasuki basement dan sedang mencari tempat yang tepat untuk memarkirkan mobilnya. Sekilas ia melirik wanita yang ada di samping kanannya. Sharlynn terlihat gelisah dengan tatapan kosong lurus ke depan. Meskipun Sharlynn hanya akan melihat dinding putih setengah remang di dalam basement. “Kita masuk melalui pintu lantai empat. Kau siap?” Suara bariton Richie membuat Sharlynn menoleh. Wajahnya terlihat tersenyum tetapi senyuman yang terlihat dipaksa. “Kau baik-baik saja? kau gugup?” “Aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit gugup,” jawab Sharlynn. “Ada aku dan tuan Keenan. Tak akan ada yang berani mengusikmu.” Richie mulai membuka mobil, diikuti dengan Sharlynn. Namun, baru saja ia menurunkan kaki jenjangnya dan belum sempat telapak kakinya menyentuh a

