BOY - Episode 13

1043 Kata
"Lagi main bunga" jawab Vinka fokus dengan bunga Matahari-nya. "Kamu kenapa gak disana aja?" tanya Azhar. "Enggak ah, Papa Mama sibuk. Aku-nya gak didengerin ngomongnya". "Kita kesana aja yuk, main sama aku, sama Riko, sama Haris" ucap Azhar. "Gak mau" ucap Vinka cuek, "Papa Mama sibuk sama kerjaan, aku kesepian" ~ Azhar ingat semua kejadian itu sampai hari ini. Benar juga, dari umur 9 tahun, Vinka sudah mengerti arti orang tua yang sibuk kerja, yang tidak perduli dengannya. "Jangan bicara gitu lagi Mas, itu nyakitin perasaan cewek" ucap Tante Lita. "Maaf Ma...." ucap Azhar. "Ih kenapa minta maaf ke Mama, ke Vinka. Calon istri kamu". "Kalau Allah merestui ya Ma" ucap Azhar santai. "Kok Mas, malah ngomong begitu?" tanya Tante Lita. "Ya kan kita gak tau rencana Allah, Ma" ucap Azhar. "Restu Allah itu lewat orang tua, percaya sama Mama" ucap Tante Lita. "Semoga ya Ma...." ucap Azhar. ~ Vinka keluar dari kamar setelah menangis cukup lama, yang membuat matanya bengkak, dan ia akhirnya kehausan. Ia sempat melirik di ruang tamu, laptopnya masih disana, dalam keadaan mati. Dan lelaki yang super ia benci sudah tidak ada disana. Vinka sudah memegang gelas, ketika hendak membuka kulkas, pintu kulkas itu ditahan oleh sebuah tangan. Dilihatnya siapa orang yang ada disampingnya. Azhar. "Lo nangis?" tanya Azhar ketika melihat mata Vinka yang bengkak. "Minggir!" Vinka mendorong pelan Azhar, Azhar menyingkir dari depan kulkas. "Maaf ya" ucap Azhar, "Ucapan gue kasar ke elo tadi. Harusnya gue gak ngomong begitu. Vinka menenggak minumannya itu hingga tandas, setelahnya ia berlalu dari sana. Azhar pandangi Vinka yang sudah masuk ke kamarnya. "Ngambek beneran tuh bocah" ucap Azhar. Azhar segera mendatangi kamar Vinka mengetuk pintunya. "Siapaa?" Vinka dari dalam bertanya. "Gue, bukain pintunya. Gak baik loh Lo ngambek ngambek gitu sama Mas-nya sendiri". "Bodo amat!". "Gue calon suami Lo kalau Lo ingat" ucap Azhar, "Lo gak boleh giniin suami Lo". "Berisik Lo sana!" teriak Vinka, "Demi apapun Lo gak akan pernah jadi suami gue, gue yang bakalan putusin pertunangan b**o ini". "Buka atau gue dobrak Vinka. Sebelum gue emosi gue ngomong baik baik ya" ancam Azhar. "Bacod, dobrak aja silahkan" ucap Vinka. "Kenapa berisik berisik Mas Azhar? tanya Om Sultan. "Ini Vinka gak mau bukain pintu Pa, Azhar mau ngomong". "Vinka, bukap intinya nak" ucap Om Sultan. "Gak mau Pa, ada orang jahat" ucap Vinka. "Siapa? Azhar? Gak jahat Vin, ayo dibuka dibicarakan baik baik" ucap Om Sultan. Tak butuh waktu lama, Vinka membuka pintunya dengan bibir cemberut dan mata yang bengkak. "Itu mata sampai bengkak, kalau ada masalah dibicarakan ya, jangan bertengkar lagi. Nanti kalau menikah jangan dibiasakan begitu ya kalian" ucap Om Sultan. "Iya Pa" ucap Azhar, "Makasih Pa, udah bikin calon istri buka pintu". "Ya sudah Papa mau ke ruang kerja dulu" ucap Om Sultan berlalu. Azhar segera menarik lengan Vinka masuk ke kamar gadis itu. Pintunya ditutup dan Vinka di dorong pelan di tembok sebelah pintu. "Apaan sih?" Vinka risih mencoba mendorong dorong tubuh Azhar, namun tubuhnya kalah jauh dengan Azhar yang tinggi dan sixpack. "Gue mau cium lo lagi" ucap Azhar mendekatkan bibirnya pada bibir Vinka. Tapi Vinka bisa mengelak, dan akhirnya.... Plak!!!. Vinka menampar pipi Azhar. Vinka malah menangis lagi, air matanya mengalir. "Lo kenapa sih? Gue salah apa? Lo mau lecehin gue begini. Jangan Lo kira gue bisa Lo cium cium seenak Lo! Gue gak pernah ciuman sama cowok, dan Lo berani beraninya giniin gue!". "Lo bisa lakuin itu ke cewek Lo, jangan ke gue. Gue bukan siapa siapa Lo ya!". "Lo calon istri gue, jadi harus latihan kayak gitu tiap hari sama gue" ucap Azhar masih dengan posisinya mengunci tubuh mungil Vinka. "Bukan begini caranya ya! Lo gak berhak! Sekali lagi Lo giniin gue, gue gak akan tinggal diam! Dan Lo bukan calon suami gue. Ingat itu" Vinka mendorong kasar tubuh Azhar dan membuka pintu kamarnya, "Keluar". Azhar malah memeluk Vinka erat. Vinka meronta-ronta, memukuli punggung Azhar meski dengan tenaga yang pasti lemah. "Lepasin!!!". "Mas Azhar, kenapa Vinka nangis?" tanya Tante Lita yang melihat Azhar memeluk Vinka. "Tolong Ma, Mas Azhar mau lecehin Vinka" ucap Vinka. "Apa?" ucap Tante Lita kaget. Azhar segera melepas pelukannya. "Enggak Ma, salah Ma. Azhar mau minta maaf" ucap Azhar, "Tapi Vinka gak maafin". "Lah yang bener yang mana? Vinka kenapa nangis?" tanya Tante Lita. "Dia mau cium Vinka di bibir". "Lah Mas, kamu gimana sih? Waktu itu bilang Vinka bukan tipe kamu. Sekarang kok malah nyosor melulu. Kamu udah pengen nikah? Mau Minggu depan?". "Gak Ma, gak bisa. Vinka gak siap. Masih perlu banyak waktu. Jangan secepat ini". "Jadi gimana? Ini yang benar gimana? Mas kamu mau nikah kapan?" tanya Tante Lita. "Nanti Ma, ngikut Vinka" ucap Azhar. "Ya sudah, jangan begitu Mas, kamu kalau mau nikah nikah cepat aja. Jangan aneh aneh. Minta maaf bukan begitu caranya. Kamu Dokter tapi kok Oon sih soal beginian, kalah sama Riko". "Yaiyalah Oon, kan Mas Azhar gak punya pacar, gak selaku Riko Mah. Makanya gak paham" ucap Riko yang tiba tiba datang. "Idih, gini gini gue juga punya pacar. Cuman karena perjodohan gue putusin". "Percaya kalau yang cewek itu. Kalau cewek polos mah gue gak percaya. Claudia itu agresif, nakal" ucap Riko, "Jangan jangan lo pernah ama Claudia ya Mas?". "Pernah apa? Mas kamu sama dia begituan? Amit amit jabang bayi, anak Mama kok pada gitu sih. Bukannya udah diajarin pacaran yang sehat sehat?". "Gak Ma, jangan salah sangka. Riko mah mengada-ada ngarang dia" ucap Azhar. "Iya juga gapapa kali Mas" ucap Riko dengan muka menggoda Azhar, "Enak gak Mas?". "Gila lu! Mana pernah gue begituan" ucap Azhar. "2 tahun pacaran Lo Mas.... Gak percaya gue" ucap Riko. "Lah terus gue harus maksa Lo percayag gue?" tanya Azhar. "Mama gak ridho yah kalian berdua sampe kesana sana, diajarin dari kecil, jangan jadi cowok b******k. Jadi cowok gentleman kayak Papa" ucap Tante Lita. "Tenang Ma, Riko akan selalu ingat pesan Mama" ucap Riko. "Awas aja sampe ketauan Mama kalian aneh aneh ya" ucap Mama. "Tapi Riko curiga sama Mas Azhar loh Ma" ucap Riko. "Bangke lu! Dibilang gue gak pernah. Kalau gue bilang gak pernah ya nggak pernah" ucap Azhar. "Kalau sampai bener, aku gak Sega segan minta perjodohan di hentikan, aku berhak punya suami yang gak pernah melakukan hal yang aneh aneh sama orang" ucap Vinka dengan nada mengancam. ~BERSAMBUNG~
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN