Sang Raja melirik Isaac dengan ekor matanya, “Wah wah berani sekali. Membuatku jadi tak sabar—” ucapan sang raja tergantung. “Untuk melihat pertunjukan mu.” Ungkap sang raja dengan senyum yang terlihat sangat tertarik. Namun jelas ketertarikan di sini bukan lah ketertarikan yang penuh dukungan, tangan sang raja yang mengepal seolah menunjukkan bahwa justru yang Raja tunggu adalah sesuatu yang akan menjadi target kepalannya. “Ah dan juga semoga kau mendapat pelajaran berharga, Pangeran Isaac. Terutama tentang sesuatu yang kau sebut menantang dirimu sendiri itu.” Isaac men atap sang Raja dengan tatapan tajam namun dalam sepersekian detik tatapan itu berubah menjadi senyum, “Anda memang sungguh murah hati, saya ucapka terima kasih atas perhatian Anda. lalu saya ingin memohon izin untuk men

