“Aku akan mendapatkannya, aku akan mendapatkan buku itu. Cepat berikan buku itu padaku.” Perlahan Takeru dapat merasakan rasa hangat terkumpul di tangannya, berpikir bahwa mungkin itu adalah percikan energi yang akan menjadi buku. Namun semakin Takeru mensugestikan dirinya bahwa ia akan mendapatkan buku, tetap tidak ada tanda-tanda bahwa buku akan muncul di tangannya. Dan sekarang rasa panas di tangannya menghilang. Ia tidak merasakan apa pun di tangannya. “Kau gagal.” Takeru mendengar suatu suara entah dari mana, “Kau gagal, bocah.” Takeru tercekat. Dari mana asal suara itu, dan kenapa ia mengatakan bahwa Takeru gagal? Apakah ia benar-benar gagal? Ia lalu mendongak ke arah sang Raja dan Takeru melihat tatapan kecewa yang pernah ia lihat sebelumnya saat ia masih di bumi. Sang raja mengh

