18. Apalagi kalo gak pake baju, Ros.

1697 Kata

Tatapan Rossa menyipit sambil menatap kantong yang sudah berada di tangannya. Lebih lagi manusia yang memberinya adalah Tristan. Sosok yang masih membuatnya merasa kesal hingga detik ini. “Apa nih?” “Buka aja.” “Lo gak naro bahan beracun kan?” “Ya Ampun, Ros. Segitunya sama gue? Sejahat-jahatnya gue, gak mungkin gue maling juga.” Rossa menarik nafas dalam. Dia sudah mendapat rekaman CCTV hotel dari Jake tadi malam setelah dia pulang dari club. Dan memang bukan Tristan yang masuk ke dalam kamarnya. Tapi seorang petugas kebersihan yang kini sedang di proses. Dan rasanya tau seperti itu membuat Rossa malu karena sudah secepat itu menuduh Tristan hal yang tidak-tidak. Padahal lelaki itu tidak ada salah sama-sekali. Rossa menghela nafas panjang. Ingin minta maaf juga segan. Harga dirinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN