MERENTANGKAN SAYAP

1598 Kata

Keesokan harinya, Arfeen dan Sade pergi berdua menuju negeri asal Kasdeya berada. Sade bilang kalau negerinya tidak sebesar Niscala tetapi populasi di sana cukup padat meskipun mungkin sekarang tidak karena setengah dari mereka sudah terbunuh di Niscala. “Kau sedang menyalahkan ku?” tanya Arfeen, dia jelas mengatakannya dengan nada bercanda dan Sade juga tersenyum. Arfeen sudah mengubah dirinya kembali ke wujudnya yang semula dan mereka berdua juga membawa Virendra bersama dengan mereka. Mereka berangkat dengan kendaraan sejenis kereta kencana terbang tetapi terbuat dari sihir air dan saat pertama kali melihatnya Arfeen dengan bodohnya berpikir bagaimana kalau tubuhnya menembus air itu dan jatuh. “Tidak, kenapa saya harus menyalahkan Yang Mulia?” sahutnya. “Saya hanya merasa bersalah kar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN