83

1555 Kata

Budayakan vote sebelum baca! Happy reading :* Ata membeku di tempat. Sedangkan tiga orang lain yang duduk di sekelilingnya terlihat kaku untuk memulai percakapan. Terlebih lelaki paruh baya yang sudah sangat lama tidak ia temui dalam jarak sedekat ini. Rasanya, bumi seperti kehabisan oksigen untuk Ata. Gadis itu menghela napas berat tak ketara beberapa kali. Tiga cangkir kopi dan satu cangkir cokelat sudah mendingan seperti suasana yang ada di sana. "Kalau mau matiin aku langsung, aja, jangan kayak gini," Ata bersuara. Baik Bayu, Aya juga ayah menatap Ata bungkam. Lelaki paruh baya itu mengangkat tangan hendak meraih jemari Ata, tapi Ata buru-buru menariknya ke bawah pangukan. Ayah menunduk kelu. Gadis yang menyelamatkan dompetnya dari copet saat ia membeli bunga ternyata adalah A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN