Awan gelap menyelimuti angkasa. Gemuruh petir berteriak bagai tawa raksasa. Wanita paruh baya duduk terpekur di atas tanah yang basah karena tetes air mata. Matanya hitam menatap tajam bak cengkeraman cakar elang. Ia tersenyum tipis, namun bibir ranum berwarna merah menyala itu tidak berhenti membisikkan kidung. Mengundang iblis jahat untuk datang membalaskan dendam akan kematian. Mereka datang, benar-benar nyata membawa trisula. Bukannya membunuh dendam tetapi wanita itu yang dihunus oleh iblis jahat tepat pada jantungnya. Kidung dari bibirnya berhenti ia lantunkan. Digantikan elegi yang mengalun bersama hujan. Wanita itu tertawa mendapati kematiannya. Mengejek pada iblis bahwa ruhnya tidak akan mati hanya karena ribuan trisula yang menghunus tubuhnya. Yang tertancap ta

