Sudah tekan love? Kalau belum silahkan tekan dulu. Jangan lupa komen, dan selamat membaca! *M a t a h a r i* "Kenapa nggak pernah cerita?" tanya gadis itu, "selama ini cuma aku yang nggak tau apa-apa, bahkan di depan Ata ... sering aku ngajak dia pulang dengan nggak tau dirinya, bodoh." Ia tertunduk. Mengingat hari-hari di mana ia selalu mencari saudara kembarnya untuk diajak pulang bersama. Tinggal satu atap seperti dulu, bersama ayah dan mama. Dengan bodoh dan tak tahu malu, Aya meminta Ata pulang ke rumah bertemu dengan keluarga yang terasa asing bagi gadis itu. Atau lebih tepatnya, keluarga yang sengaja mengasingkan Ata. Namun demikian, semua itu Aya lakukan karena hanya masa kecilnya bersama Ata yang masih membekas jelas dalam ingatan. Seperti jemuran yang direntangkan pada se

