Jangan lupa tekan love! *^^ Selamat membaca .... *M a t a h a r i* "Kenapa kamu benci aku?" "Aku nggak benci siapa pun, tapi bukan berarti aku suka sama kamu. Aku nggak dendam, tapi aku nggak bisa lupain semuanya gitu aja," ucap Ata tenang. Kini giliran Aya yang tersenyum mengejek. "Nggak bisa lupain?" Aya mengulang. Keduanya bersipandang dalam bisu. Aya mengernyitkan dahi menatap kembarannya heran. "Kamu bukan nggak bisa lupain, tapi kamu justru ngelupain semuanya Ata. Semua orang-orang yang sayang sama kamu." Sepasang mata Ata memicing. Menatap saudara kembarnya yang hampir selama sepuluh tahun dijadikan asing oleh dirinya sendiri. "Terserah, aku nggak peduli sama apa yang kamu pikirin," balas Ata melengos. "Kenapa?" Ata mendengus jengah. Ia tidak tahu bahwa kembarannya i

