Berdiri menjadi seseorang yang begitu kaku bukanlah pilihannya. Jika saja ia dihadapkan dengan pilihan lain, ia ingin hidup sebagai dirinya sendiri. Melupakan kesedihan meski harus menjalani kehidupan masa kini tanpa sosok ibu, ayah, bahkan keluarga. Ata akan baik-baik saja jika di masa silam ia tidak pernah melihat ayahnya memukuli ibu setiap hari. Ata tidak akan sekaku itu jika tidak mendengar semua perdebatan kedua orang tuanya. Ata tidak akan menghindar dari siapa pun, jika saja ayah menyayanginya seperti Aya. Tapi, semuanya hanya perandaian. Sementara kenyataannya adalah Ata telah menjadi seseorang yang berbeda. Meski sejujurnya ia pun ingin berbagi, tetapi segalanya terlalu sulit untuk diucapkan secara lisan. Meski diam bahkan seringkali tersenyum, bukan berarti Ata baik-baik saja d

