97

311 Kata

Kopi hitam yang sering kunikmati, yang menemani saat dingin, yang membantu saat aku tersungkur digulung resah tak berkesudahan. Hati ini masih saja sama, menginginkan seseorang yang jauh tak pernah bisa digenggam. Tetapi, logika menolak keras, bahwa bukan kamu satu-satunya, bukan kamu orangnya. Atau bahkan bukan siapa pun yang pantas untuk kujatuhi cinta. Bukan karena aku yang begitu tinggi, indah, bahkan bukan hati yang begitu berharga. Tetapi, karena kamu dan mungkin mereka yang terlalu indah untuk didapatkan. Jika diibaratkan malam, aku hanyalah kelam yang menjadi latar belakang dihiasi awan. Menjadi tempat para bintang singgah untuk menunjukkan eksistensinya bersinar dengan indah. Menjadi tempat sang bulan untuk sekejap menerangi kelam malam yang kuciptakan. Dan jika fajar tiba, saat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN