72

2023 Kata

Happy reading, guys! Di beranda rumah berlantai dua Ata duduk bersama bunda seperti biasa. Usai dengan acara makan bersama dan bercanda di depan televisi. Ditemani secangkir cokelat hangat dan singkong mentega. Olahan dari singkong yang di rebus dengan gula merah juga santan dan sedikit mentega, rasanya legit dan manis. Ata merebahkan kepalanya di pangkuan bunda, membiarkan bunda memainkan surai cokelat tuanya penuh sayang. Hal ini pula yang membuat kerinduan Ata akan sosok mamanya terobati. Perempuan berhati malaikat yang dulu memeluknya saat menangis sendirian. Hingga mengajaknya tinggal bersama, bahkan mengijinkannya untuk memanggil julukan yang sama dengan anaknya. "Makasih banyak ya, Nda." ucap Ata memecah hening. "Makasih juga Ata. Udah menganggap Bunda seperti Ibumu sendiri,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN