bab 21

1646 Kata

" ha ? maksudnya, Pak ? " Deolinda terkejut " jodoh sama pak Bian, mbak. bukan sama saya. he . . . . he . . . saya sudah tua dan beristeri " kata Pak Ayong tertawa " oh kirain. he . . . he . . . . tapi enggak usah mimpi jauh pak, nanati kalau ketinggian, jatuh. Akunya yang sakit. lagian saya juga sedang tidak ingin jatuh cinta dulu. " kata Deolinda dengan canda " lho kenapa mbak ? pernah patah hati ya ? maaf ya kalau pertanyaan saya kurang sopan " tanya Pak Ayong " ya . . . . . . . . enggak tahu juga pak. saat ini fokus saya sih mencari uang dengan baik dan jujur saja. Menyenangkan diri sendiri saja dulu " kata Deolinda " tapi aku lihat mbak Deo ini memang orangnya sangat sederhana dan rendah hati sekali. cocok sama pak Bian. benaran lho mbak. " kata Pak Ayong " ah sudahlah pak engga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN