bab 16

1847 Kata

" tapi aku juga pernah mencobanya dan ternyata sedikit mengurangi beban. he . . . . . he . . . ya walau perut mulas dan sering ke toilet di pagi hatinya " kata Deolinda dengan tawa. handphone Deolinda berdering di layar tampil nomor Bian. " bentar ya Ri. Halo ? " kata Deolinda, lalu mengangkat telepon " jangan pulang malam - malam. habis makan langsung pulang. " kata Bian. Deolinda terdiam tercengang dengan perhatian Bian padanya namun sedikit pemaksaaan " hey, kamu masih di sana ? kamu dengar aku tidak ? " tanya Bian " i . . . . iya. saya dengar, Pak " jawab Deolinda gugup " kenapa diam saja. " kata Bian " maaf. iya saya akan melakukan yang bapak minta. Sebantar lagi juga pulang. Tapi bapak tahu dari mana saya sedang makan di luar? " kata Deolinda " bagus, kamu tidak perlu tahu bag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN