" ya ! " jawab Bian " silahkan pak kopinya. " kata Deolinda. namun Bian hanya terdiam fokus pada berkas di depannya " maaf pak kalau tidak ada yang di perlukan lagi, saya ijin kembali ke ruangan saya. " kata Deolinda " ya. " kata Bian. Deolinda segera keluar dari ruangan Bian " Cle, si bos kenapa ? kok wajahnya tegang melihat berkas. " tanya Deolinda " biasalah. memang begitu kalau lagi serius. kecewa ya di cuekin ? hi . . . . hi . . . . . " canda Cleo pelan " apaan sih. sudah kerja lagi. " kata Deolinda ngambek dalam ruangan, Deolinda mulai menyalin hasil meeting direksi ke komputer. sesekali dia merenganggkan ototnya dengan menegakkan punggungnya. " sepertinya mudah, tapi ribet detailnya. semangat " gumam Deolinda memberi semangat sendiri " ting. " bunyi pesan whatshap masuk "

