Tapi ini membuat Bian semakin ambisius mendapatkannya dengan cara yang apik dan romantis. Abian serius mencintai Deolinda dengan tulus dan tidak hanya penasaran. " tok . . . . . tok . . . . . tok . . . . . " " yes ! " jawab Abian di dalam " permisi pak, ini berkasnya sudah semua. " kata Deolinda melettakannya di meja " sudah kamu susun dengan benar ? " tanya Abian " sudah pak. " jawab Deolinda " oke, ambil tasmu. kita makan siang. " kata Abian bangkit dari kursinya " baik pak. " kata Deolinda langsung mengambil tasnya di ruangannya " ting " lift terbuka. Abian dan Deolinda masuk lift bersama. " kamu akan ikut meeting nanti siang. siapkan dirimu. " kata Abian di dalam Lift " ehm . . . . . . apakah saya harus ikut pak ? " tanya Deolinda " harus ! jangan tanya lagi. " kata Abian. D

