Hari demi hari. Bulan demi bulan terlewati. Prosesku melupakan Evan semakin mudah ketika aku mencoba membuka hati. Aku mulai membalas chat chat di aplikasi Meetsup. Dari teman teman cowokku ditempat kerja. Ada beberapa dari mereka yang mendekatiku. Ada 3 orang. Namanya Bara, Rasya, dan Varo. Diantara mereka bertiga aku lebih tertarik pada Bara. Bara sangat berbanding terbalik dengan Evan. Memang sangat tampan, dia tindikan, dan sangat asyik saat ngobrol langsung maupun dalam chat. Badboy but hmmmm menarik juga. Hehehe. Tapi aku kurang yakin sih, masa cowok kayak gini ngakunya jomblo sih? Hehehe. Yaudahlah kan cuma sekedar chat an aja.
Beberapa waktu berlalu, Aku dan Bara semakin dekat di chat Meetsup. Kami sering chat chat an. Dia perhatian banget sama aku, mengirim Vn lagi nyanyi, mengirim lagu, bahkan dia mengirim audio percakapan dia dengan ibunya via telepon yang katanya suka sama aku. Haha bener bener pinter bikin melting ni orang.
Liburan telah tiba. Teman teman kerja satu bagian mengadakan piknik ke pantai. Semua telah berpasang pasangan karena berangkat pikniknya motoran. Bara mengajakku bareng dengannya. Okey baiklah aku mau.
-SKIP-
Hingga pada suatu waktu, sepulang kerja. Pukul 23.00 aku & teman-temanku mampir makan di pinggir jalan. Kami menikmati makanan & ngobrol gak terasa sampai pulang jam 2 dinihari. Aku diantar temanku, namanya Bang Uya. Udah kayak abang kandung sendiri lah. Ditengah perjalanan dia bilang padaku.
"Kamu lagi deket sama Bara, Lin?" tanya Bang Uya
"Iya bang." Jawabku
"Maaf sebelumnya ya, aku saranin kamu hati-hati sama dia. Dia udah punya pacar. Satu kost sama dia." Kata Bang Uya
"Hah? Serius bang? Dia bilangnya jomblo loh sama aku." Jawabku
"Lah beneran. Ngapain juga sih boong ? Aku sama cewekku sering kok main ke kost an dia. Ada juga tu ceweknya. Namanya Via." Jelas Bang Uya
Deggg!!! Aku langsung keinget waktu piknik ke pantai lehernya ada bekas cupangan. Ternyata itu.... Ah sudahlah!
Gila gila. Ini benar benar gilaaa. Lagi lagi aku dibohongin. Ngakunya jomblo padahal udah punya pacar. OMG, apa aku ditakdirkan hanya untuk dibohongi kayak gini? Haduhh emang dasar cowok yaa. Auto menjauh dari Bara lah kalau emang kayak gitu.
Setelah menjauh dari Bara. Varo mendekatiku. Aku meresponnya biasa karena takut buka hati lagi. Tapi dia gigih. Pantang menyerah mendekatiku. Tapi tetep aja aku kurang srek. Dia agresif banget bahkan memintaku untuk mengirim foto gak pakai hijab. Hadehh bikin ilfeel aja. Langsung deh auto blacklist. Sedangkan Rasya? Entah kenapa aku juga nggak ada feeling lebih. Aku lebih nyaman sahabatan sama dia. Dia memang mendekati perfect. Ganteng, nyentrik, selalu rapi, sopan juga & lumayan tajir. Tapi aku lebih nyaman sahabatan sama dia. Aneh ya diriku ? Hadeh.
Beberapa bulan berlalu. Setelah apa yang aku lalui selama ini. Kini aku kembali menginstall aplikasi yang booming waktu itu lagi. Iya DDM. Lalu aku login diakun lamaku. Cringg aku berhasil masuk ke akunku. Kemudian aku mengganti foto profilku. Tiba tiba thulingg. 1 pesan masuk dari aplikasi itu, yang ternyata dari Evan. Kupikir dia sudah mendelete kontakku. Ternyata belum. Hpnya dipegang si embaknya itu alias Caca. Kata nya sih hobi menghapus kontak cewek dihp Evan. Jahahaha. Bisa protektif juga yaaak. Ups. Evan bilang boleh delete kontak cewek cewek tapi punya Kalin jangan dihapus. Uluh uluhhh.. gatau deh bener apa engga. entah.. apakah cuma buat nenangin aku aja. Hehehe.
Kamipun chattingan. Ngobrol banyak. Kayak temen nggak ketemu beberapa tahun gitu hehe. mulai dari A hingga Z. Hingga akhirnya minta kontak nomer pribadi aku di aplikasi MeetsUp. Akupun memberinya. Kami melanjutkan cerita-cerita di nomer pribadi kami. Tiba tiba dia bercerita kalau ternyata dia sudah putus dari Caca. Kali ini benar benar putus. Karena apa ? Si ceweknya alias Caca minta dinikahin. Tapi Evan belum siap. Terus ada yang lamar Caca. Cacanya nerima. Yaudah kandas deh percintaan Evan dan Caca yang 5 tahun lamanya. Evan bilang ini adalah karma karena Evan udah boongin aku. Aku nggak tau harus seneng apa sedih. Antara seneng dan kasian sih..
Kamipun sering chat-chat an lagi. Dan kami dekat kembali.. Hmmm .. Gimana ya.. yang tadinya udah move on jadi gagaaaal deh. Huh. Perasaan itu tumbuh lagi.
Tapi semua itu nggak berjalan mulus begitu saja. Setelah gonjang ganjing Evan sama Caca, kini permasalahannya ada lagi. Ya dia mau menerima aku. Tapi ada syaratnya... yaitu aku harus mengaji. Sama seperti dia. Karna keluarganya juga mengaji semua.
(maaf kalau ada organisasi yang merasa terganggu. aku tidak bermaksud menjelekan tapi memang begini jalan ceritanya)
Aku yang saat itu ingin berbenah diri, menyetujuinya dan ikut bergabung dengannya. Tapi keputusanku untuk ikut pengajian itu ditentang oleh bapakku. Sangat ditentang. Tapi aku yang waktu itu masih sangat polos, lagi proses mencari jati diri tetep ngeyel mau bergabung. Bapakku menasehati bla bla bla. Panjang banget. Akupun mendengarkan. Setelah selesai aku bilang sama bapak.
"Bapak, maaf sebelumnya. Bapak kan nglarang Kalin ikut pengajian itu. Tapi kalau semisal Kalin nekat ikut gabung gimana, Pak? Maaf pak maaf banget sebelumnya tapi Kalin udah mantep banget, pak mau gabung." Tanyaku pada bapak dengan sangat berhati-hati sekali karena takut bapakku marah
"Hmm. Kalau itu sudah keputusan kamu. Bapak nggak berhak marah. Yang penting bapak udah memperingatkannya dari awal soal 'pengajian itu'." Kata bapak santai
Yapssss daaan akhirnya aku pun gabung 'pengajian itu'.
Hari demi hari, aku dan Evan semakin dekat. Bahkan ketika ditempat kerja kami sering bareng. Berangkat dari parkiran menuju tempat kerja, makan siang bareng, pulang bareng. Tapi bawa motor sendiri sendiri lho ya.
Evan tahu ini salah. Karena didalam agama kami apalagi di pengajian itu (maaf) pacaran itu dilarang. Di pengajiannya selalu di jelaskan bahwa pacaran itu adalah sebuah pelanggaran. Tapi kami masih sering bareng, walaupun kadang kami sembunyi sembunyi. Karena banyak juga teman pengajiannya yang kerja di perusahaan yang sama. Hmmm. Dalam hati kecilku aku ngerasa bahagiaaa bangett sekarang bisa sering bareng, tapi disisi lain harus sembunyi sembunyi kayak pacaran sama suami orang. Hehehe. Eh tapi Evan masih lajang lho ya. Bukan suami orang. Hehe.
***
Ibuku adalah orang yang selalu tau saat ini aku dekat dengan siapa. Aku selalu cerita. Dan ibuku pun bahagia. Kalau aku bahagia. Dia ikut takjub dengan Evan. Karena curhatanku. Ibuku adalah tipe orang yang sangat sayang kepada orang yang dekat dengan anaknya saat ini. Yapp sampai sampai kalau aku kerja dibawain bekal dua. Yang satu untukku. Satu lagi untuk Evan. Baik banget kan ibu aku? Padahal belum jadi mantunya loh. Hehehe..
Bersambung..