Agis pulang dengan membawa rasa cemas. Takut-takut sampai di rumah Marni malah tidak percaya kalau dia sudah menemui Wati dan membujuk calon ibu mertuanya untuk memilih satu di antara beberapa MUA dan WO yang direkomendasikannya. Harusnya Marni tahu kalau mereka hanya tinggal menerima beres semua yang dipersiapkan Wati dan keluarganya. Namun, Agis malas menjelaskan hal itu berulang kali. Tiba di persimpangan jalan motor Agis berhenti saat melihat Alvin tidur di atas jondol pos kamling. Ah, rumah yang nyaman dengan semua furniture mewah, tapi si tuan muda malah memilih tidur siang di jondol layaknya gelandangan. Lama Agis menimbang, duduk di motor dengan keraguan ingin laju lurus untuk pulang atau berhenti sesaat bertemu dengan pria yang jadi calon suaminya. “Alvin.” Bibir Agis menyeb

