"Istirahat. Saya pulang dulu." Nasya menatap Aji yang kini berdiri di hadapannya, untuk kedua kalinya Aji mengantarkan Nasya pulang. Nasya mengangguk lemah, lalu mulai memasuki rumahnya meninggalkan Aji yang kini masih berdiri menatap kepergian Nasya. Setelah memastikan Nasya masuk ke dalam rumahnya, Aji kembali masuk ke dalam mobilnya lalu pergi meninggalkan halaman rumah Nasya. Nasya membuka pintu rumahnya dengan perlahan, ia tidak ingin menganggu orang-orang di rumahnya karena waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Nasya berjalan pelan sambil menundukan wajahnya, kepalanya terasa sangat berat karena ia tak berhenti menangis sejak tadi. Karena Nasya berjalan menunduk, ia tidak memperhatikan keadaan sekitar. Hingga Nasya mendengar suara pria yang sudah sangat ia rindukan selama

