Reza tidak pernah bermain-main dengan apa yang dia inginkan, dan kali ini, Dina menyadari bahwa dirinya menjadi pusat dari segala keinginan itu. Namun, pertanyaan yang terus mengganggu pikirannya adalah: Apakah ini cinta, atau hanya obsesi? Malam itu, setelah membaca surat ancaman dari ibu tirinya, Dina berdiri di balkon, menatap ke arah langit malam yang gelap. Angin malam yang dingin membuatnya menggigil, tapi pikirannya tetap tidak bisa berhenti memikirkan Reza. Bagaimana bisa pria seperti dia, dengan segala arogansi dan kekuasaan yang dimilikinya, tiba-tiba berubah menjadi seseorang yang bersedia melindungi Dina dari semua ancaman? “Dina.” Suara berat Reza terdengar dari belakang, membuatnya menoleh. Dina melihat pria itu berdiri di ambang pintu balkon, dengan pakaian yang sedikit be

