Tidak sabar ingin menimang cucu.

1298 Kata

"Stand by, Rika. Aku sebentar lagi sampai. Mama belum sampai kan?" tanya Sherin dari dalam sambungan telpon pada Rika. "Belum, nona. Aku sudah di depan pagar," sahut Rika cepat sebelum panggilan terputus. Sherin sengaja tidak berhenti tepat di depan rumah mertuanya. Setelah turun, Sherin terlihat tergesa gesa mencapai sudut pagar bangunan megah itu saat matanya melihat lambaian tangan gempal milik Rika mengarah padanya. "Ayo, Nona, sebelun ada yang menyadari kepergianmu." Rika menyambut tangan Sherin setelah tiba di dekatnya. Keduanya berjalan melalui sisi samping bangunan itu yang biasa di lewati oleh para pekerja rumah tangga. Dengan hati hati, akhirnya keduanya berhasil menyelinap masuk tanpa ada yang melihat. Sherin berlari kecil menaiki anak tangga hingga masuk ke dalam kamar. Sec

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN