Setelah melihat situasi yang sudah tidak mengenakkan di hati, Alika akhirnya memilih untuk pulang setelah melihat wajah kecewa sahabatnya, Sherin. Alika berjalan keluar rumah mewah itu, dan bersiap mengendarai sepeda motornya yang di parkir di halaman rumah mertua Sherin. Baru saja menggunakan helm di kepalanya, tiba tiba suara Veldian mengalihkan fokus Alika. "Eh bar bar, tunggu!" sapanya ketus. Jantung Alika berdebar, kecemasan melanda perasaannya, khawatir jika adik ipar sahabatnya akan kembali menyerangnya dengan segala pertanyaan dan tatapan yang mampu membunuhnya. "A-ada apa?" tanya Alika berusaha tenang, tapi masih saja terbata bata. Rambut ala ala oppa korea itu menyita perhatian Alika, bagaimana tidak? rambut berwarna coklat yang di biarkan tergerai kesamping namun tetap rap

