Mobil yang di naiki Sherin dan Alika tiba tiba berjalan meninggalkan lokasi mencekam itu. Perlahan mata keduanya mulai terbuka dan membenarkan posisi duduk mereka. "K-kita, mau kemana? K-kau si-siapa?" tanya Sherin terbata akibat rasa takut yang masih menggelayut di benaknya. Laki laki yang mengendarai mobil Adrian itu melirik dari dalam kaca depan. "Nona, kau tidak perlu takut. Aku Roy, salah satu pengikut Tuan Besar Heri dan Tuan Muda Adrian," ucap Roy. "Kita akan segera pulang, kau dan temanmu dalam keadaan aman sekarang, di belakang juga ada mobil yang akan mengawasi perjalanan kita. Kau bisa beristirahat sebentar menjelang tiba di rumah." Sherin dan Alika berpandangan sembari menghela nafas lega. Terlihat jejak air mata yang masih tersisa di wajah keduanya, bahkan dalam keadaan am

