Malam harinya sebelum tidur, Sherin dan Adrian terlihat sedang duduk bersandar di kepala ranjang dengan posisi kepala Sherin yang menyandar di d**a bidang Adrian. Sejak tadi tangan kekar itu membelai lembut rambut panjang yang menguak aroma khas raspberry yang menyegarkan milik Sherin. Kedua anak Adam itu terlihat nyaman satu sama lain, tidak ada lagi kecangungan seperti yang dulu mereka rasakan. "Papa dan mama kapan pulang?" tanya Sherin tiba tiba tanpa mengubah posisi tangannya yang melingkar di perut Adrian. "Kenapa tiba tiba menanyakan mereka?" tanya Adrian pelan. Sherin menggeleng, lalu mendongakkan kepalanya mencari iris hitam milik sang suami. "Memangnya tidak boleh aku bertanya tentang mereka?" Bibir Adrian melengkung ke atas, tatapannya sangat teduh hingga membuat Sherin in

