Sudah tiga hari ini tubuh Sherin terasa lesu saat bangun di pagai hari, tidak seperti sebelumnya yang selalu lebih segar. Walau pun demikian, Sherin tetap menjalani kewajibannya sebagai seorang istri yang selalu menyiapkan keperluan sang suami sebelum berangkat kerja. "Kau kenapa, sayang?" tanya Adrian saat keluar dari dalam kamar mandi dengan bertelanjang d**a serta rambut yang masih basah dan hanya menggunakan selembae handuk yang menutupi bagian perut sampai lutut. Sherin menggeleng pelan sambil menyentuh sudut dahinya seperti sedang merasakan sakit di bagian sana. "Tidak, hanya sedikit pusing saja." Masih duduk di tepi kasur. Tanpa banyak bertanya, Adrian mendekati sang istri dan menyentuh bagian dahi Sherin untuk mengecek suhu badannya. "Apa lagi yang kau rasakan?" Duduk di sebela

