Kini Sherin hanya bisa merenungkan kata kata Rika sebelum keluar dari dalam kamarnya. Sherin berdiri di balkon sambil melihat langit sore kemerahan yang tengah bersiap menghantar sang mentari untuk kembali ke asalnya dan menyambut kehadiran sang rembulan. Kepalanya menengadah ke atas mencari ke indahan langit sore. Beberapa kali hembusan napas gusar, cukup menandakan jika dirinya di landa kekhawatiran mendalam. "Apa mungkin benar yang di katakan Rika?" tanyanya pada diri sendiri. "Aku harus bagaimana jika itu semua benar?" Menutup wajahnya dengan kedua tangan. *Flashback On* "Nona... Apakah kau..." Rika menyipitkan matanya menatap lekat Sherin. Sherin yang sedang asik melahap spagheti buatan Rika pun menghentikan gerakan mulutnya dan meletakkan kembali sendok yang ada di tangannya

