*Flashback On* Pagi pagi sekali, saat matahari sendiri masih enggan untuk menampilkan wujudnya, Sherin telah terbangun dari tidur nyenyaknya setelah melewati malam panjang nan mesra bersama Adrian. Sherin kesulitan bergerak saat tangan kekar Adrian mengunci tubuhnya dari arah belakang. Memeluk tubuh polosnya dengan erat seakan tak mengizinkan sang istri menjauh darinya. Mata Sherin menoleh ke arah jam weker yang terletak di atas nakas. 'Belum jam tiga pagi, ini sudah saatnya. Kebetulan perutku sudah tidak tahan lagi.' Kepala Sherin yang bergerak membuat Adrian mengendurkan pelukannya, "Kenapa?" tanyanya membuat Sherin terkejut. "Em... Aku ingin ke kamar mandi sebentar." Sambil bergerak mencari keberadaan pakaiannya yang semalam di buang kasar oleh Adrian. "Emm..." Adrian lalu memutar

