Pil penunda kehamilan

1123 Kata

"Tapi usia ku sudah sangat matang untuk memiliki keturunan, sayang." Menarik pelan kepala Sherin untuk menyandar di dadanya. Adrian membelai lembut rambut Sherin, menjatuhkah kecupan hangat beberapa kali. 'Maafkan aku, Ad. Aku belum siap untuk untuk kecewa nantinya.' Batin Sherin menyesal. "Emm... Tapi aku masih ingin menghabiskan waktu kita berdua, sebelum fokus memberikan waktu untuk anak anak." Sherin terpaksa harus berbohong demi menghindari amukan Adrian. Tidak ada jawaban, namun tangan Adrian masih sibuk memainkan jemarinya di rambut panjang Sherin. Perlahan Adrian membawa tubuh Sherin berbaring, lalu menatapnya dengan satu tangan yang menopang wajahnya. "Aku tidak ingin menundanya, sayang." Mencubit pelan pipi Sherin. "Ayo kita lakukan sekarang." 'Oh Tuhan, tidak! Aku lelah.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN