Shahnaz menatap layar ponselnya dengan pandangan sedih. Ia membuka galeri berisi semua foto kebersamaan antara dirinya dengan Roni sejak masa pacaran dulu sampai setelah menikah. Sudah seminggu lebih ia tak tahu kabar Roni bagaimana. Ada rasa rindu yang melanda namun ia tetap bersikukuh tak akan berhubungan dengan Roni untuk sementara waktu ini. Rasa sakit yang dirasakannya belum sembuh. Ia masih butuh waktu menyendiri. Bayangan buruk tentang perlakuan ibu mertuanya terus mengisi kepalanya, semua kata-katanya terekam dengan jelas. Kalaupun mereka tahu tentang kehamilannya, belum tentu mereka akan berubah. Pikir Shahnaz, sendiri lebih baik daripada dikelilingi oleh orang yang membencinya yang membuatnya tak nyaman. Ia mengelus perutnya yang masih rata. Kesedihannya semakin bertambah. Di s

