Esok harinya Roni kembali ke rumah orang tuanya. Ia biasa pergi pagi dan pulang malam, seolah hanya numpang tidur. Tak jarang ia tidur di sofa sambil menyaksikan tayangan sepak bola. Sebisa mungkin dirinya menghindari Arifa. "Makan dulu Ron!" Arifa menawarkan makan malam kepada suaminya. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, sudah cukup terlambat untuk makan malam. Suasana rumah tampak sepi sebab Bu Elma sudah setengah jam lalu pamit ke kamarnya. Arifa sebetulnya akan segera masuk kamar. "Maaf, aku udah makan di tempat Zaki," tolaknya. Akhir-akhir ini Roni lebih banyak menghabiskan waktu bersama Zaki. Selain urusan pekerjaan juga urusan pribadi. "Gimana kabar Shahnaz? Sudah ketemu?" Arifa memberikan perhatiannya. Ia tengah mencari simpati Roni jika ia pun peduli kepada mereka.

