Roni keluar dari ruangan ibunya dengan wajah lesu seolah kurang darah. Semua perkataan ibunya berputar di kepalanya. Kini giliran Arifa yang masuk melihat kondisi ibu mertuanya, sementara Shahnaz sudah pamit saat Roni menemui ibunya. Bukan tak mau menjenguk namun ia menadak tak enak badan. Ada rasa sesal dan bersalah yang neyeruak di dalam d**a istri muda Roni. Andai ia tak gegabah mungkin kejadiannya tak tak akan seperti ini. Arifa akui dirinya ceroboh, ia tak memikirkan akibat dari perbuatannya. Ia terlalu kesal dan marah kepada Roni dan Shahnaz di samping niat awalnya ingin mengambil keuntungan dari kesalahan yang diperbuat mereka berdua, sayangnya malah menimbulkan petaka. "Maafkan Ifa Bunda, ini semua gara-gara Ifa." Arifa mengungkapkan rasa sesalnya. Ia menggenggam jemari tangan w

