Biar Ku Sentuh Dengan Bismillah

1392 Kata

Syila berjalan menjauh dengan rasa kesal di dalam hatinya. Tega sekali ustadz hafizh mepermainkannya. Dia benar-benar merasa sangat kesal dengan kejadian itu. Syila terus berjalan di koridor kantor santri. Dia duduk di bangku yang ada di depan kantor tersebut, sesekali dia melirik para santri yang berlalu-lalang di depannya. Ada rasa ingin dalam hatinya untuk seperti mereka. Mungkin aku tidak akan seperti ini. Batinnya. Syila melirik jam tangan yang terpasang di tangan kanannya. Dia bangkit, lalu pergi menuju kamarnya. huppss.. cape sekali. Perasaan kamarku mendadak jauh sekali ya. Batinnya, dan menyandarkan kepalanya di tembok. "Hmm anti tidak papa toh?" ucap seorang akhwat yang menggunakan kacamata kepada syila. "Ah gak papa, ana cuma merasa haus jadi mau ke kamar rasanya jauh seka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN