Syila Pov... Dua hari berlalu, dimana hari itu aku serta sahabat-sahabat ku di hukum akibat ulah dari tasya dan sahabatnya. Kesal? Ya tentu. Tapi, apa boleh buat memendam kemarahan juga kurang baik. Kini aku berada di ruang gedung olahraga pesantren, tepatnya di dekat sebuah kolam yang biasa di gunakan kegiatan renang santri pertiga bulan sekali. Hupss, Melihat tempat ini mengingatkan aku kepada ustad kaku yang mencoba untuk menipuku. Ngomong-ngomong si ustadz apa kabar ya? Aku tidak peduli, kenapa juga harus memikirkannya. Bisa-bisa hafalanku hilang karena memikirkan hal yang tidak wajar. Tapi aku rindu? Maaf! maksudku rindu tidak mendapat hukumannya. Aku merasa tidak bersalah pun selalu mendapat hukuman darinya. Apalagi jika aku benar-benar bersalah. Hanya darinya aku selalu menda

