Layaknya Mimpi Indah

1136 Kata

Jihan Pov... Aku sekilas melihat pantulan wajahku di cermin yang aku bawa. rasanya hari ini aku merasa gelisah yang sangat luar biasa, melebihi gelisah ku kala Mas Rian mengucapkan ijab Kabul dulu. Aku memasuki area pesantren Abi Syaid, pesantren kebanggaan ku. 6 tahun aku menempuh pendidikan disini. Tak pernah aku merasa gelisah yang luar biasa kala melangkahkan kaki di tempat ini. Namun kali ini, rasa ini begitu kuat. Aku akui aku memiliki banyak dosa dengan keluarga ini, terutama kepada Syila dan Hafizh. Kesalahanku sangat fatal. Aku malu bertemu mereka, aku malau menampakkan wajahku di hadapan mereka. Aku merasa Mas Rian menggenggam erat tanganku. Dia seolah tau apa yang aku rasa saat ini. "Tenanglah, penghuni tempat ini adalah orang-orang baik." Ucap Mas Rian tersenyum. Dia benar-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN