Mata indah itu terbuka kala bibir tebal itu melepas bibirnya, netra mereka saling bersirobok dalam senyap. Catherine sedikit berjengit kala jemari pria itu menyusuri garis wajahnya, dari dahi, turun ke batang hidung bangirnya hingga mengusap bibirnya yang terasa sedikit basah dan panas. Semua ini adalah sisa dari ciuman panas mereka. “Kenapa?” tanya Catherine mengakhiri senyap diantara mereka. “Mengapa kau terlihat sangat berbeda?” tanya Alexander sembari kembalu memainkan ujung rambut Catherine. Hal itu membuat Catherine memegang kedua rambutnya yang dikepang itu, “Apakah kau tidak suka dengan gaya rambut seperti ini?” tanya Catherine kini sedikit salah tingkah karena merasa tak nyaman dengan tatapan pria itu. “Jika kau tak suka, aku akan melepasnya...” gumam Catherine seraya ber

