Tuk! Suara gelas yang terletak itu menyela alunan musik jazz yang menenangkan di ruangan VIP club bintang lima itu. Pria bermata biru itu hendak mengisi kembali gelas kosongnya, namun tangan seseorang menghalanginya. “Apakah kau datang ketempat ku hanya untuk mabuk?” tanya pria bermata hijau itu membuat si mata biru menepis tangannya. “Jangan mengganggu ku, Jo!” Jonathan lantas mengumpat seraya memukul kepalanya, “Kau ini kenapa, hah? Aku bisa menendang bokongmu hingga terpental keluar sekarang, Ben!” Benedict mendengus kesal, “Kau tahu? Isi kepala ku ini terasa sangat penuh...” ia bergumam sembari meremas kepalanya kuat. “Ceritakan padaku, apakah kau merasa tertekan karena Elsa akan hadir dipesta lelang berlian perusahaan kalian?” tanya Jonathan menebak apa yang membuat Benedict

