“Halo...” ucap Catherine ragu seraya mengusap matanya yang masih terasa perih karena baru saja sadar dari tidurnya. Splash! “Akh! Dimana ini, hah?!” Catherine sontak menggelengkan kepalanya, “Mom, kau kah itu?” tanyanya kini merugas bangun hingga terduduk di tepian ranjang yang nyaman itu. “Bagunlah dan sapa putrimu ini. Dia menelponmu karena rindu...” terrdengar suara penuh ejekan dari seorang pria membuat mata Catherine sontak bergerak liar. “Mom, kau kah disana?” tanya Catherine kini bergetar takut dalam kebingungannya. “Cath, pergi dari sana! Tinggalkan tempat itu!” Teriakan sang ibu membuat Catherine kontan menangis dan kehilangan kata-katanya. Dia sungguh sangat takut dan khawatir akan keadaan ibunya saat ini. “Tutup mulutmu, bodoh!” “Akh! Catherine! Buang ponse

