New York -Kateline Swan’s House- “Ya, Mom. Aku benar-benar ketakutan dan saat mendengarkan suaramu, semuanya seakan jauh lebih baik. Kau seakan menjelaskan bahwa aku tak sendirian dirumah ini...” Kateline tersenyum sedih seraya mengusap wajahnya yang telah basah karena air mata, dia sangat memahami kegelisahan dan ketakutan Catherine dan perihal rindu yang putri kesayangannya itu rasakan saat ini, dirinya pun merasakan ketakutan yang sama. Hanya saja, sebagai seorang ibu dia harus lebih kuat dari apapun saat ini... Tok! Tok! Tok! Tok! Kateline terkesiap dengan suara ketukan pintu itu, “Ya, sebentar!” teriaknya dengan dahi berkerut samar. Siapa yang berkunjung malam hari begini, sedangkan dia sudah nyaris sebulan tak pernah menerima tamu lagi, “Cath-” “Apakah kau masih menerim

