San Diego Malam kelam di kota pantai California Selatan dengan semilir angin musim gugur yang menyelimuti. Catherine tersenyum seraya menghirup udara malam yang jelas tak sehat itu dalam. Udara dingin yang mampu menenangkan sanubarinya yang tak henti bergelut dalam resah. Begitu banyak perkara yang dia takut kan, tentang semua yang dia tinggalkan tanpa pesan. Orang-orang jahat yang sudah pasti tak akan pernah berhenti mengincarnya, orang-orang terkasih yang sangat dia rindukan. Dengan tangan yang menyugar rambut pirangnya yang kini sedikit berantakan, Catherine merasa sedikit gugup dengan tatapan pria penjaga kasir convenience store yang menyambut kedatangannya memasuki pintu kaca itu. “Selamat datang, silakan berbelanja!” teriak pria itu menyambutnya dengan ramah. Memainkan

