KAMAR MANDI YANG TERBAKAR

1685 Kata

Suara gemericik air yang jatuh dari shower terdengar merdu di telinga Rafael. Senyumnya mengembang. Dalam angannya telah tergambar bagaimana seandainya mereka hidup bersama dan setiap paginya dia mendengar Sinta mandi setelah pergumulan yang panjang dan menguras energi. Baiklah, mungkin itu khayalan manusia paling m***m sekalipun, tapi Rafael sangat bahagia seorang diri meski hanya sebuah mimpi. Rafael bangkit mendekati kamar mandi dan mencoba membukanya. Tapi jelas dia wajib kecewa karena Sinta mengunci pintunya dari dalam. “Sial!” laki-laki itu mengumpat seorang diri. Dia lalu berdiri menyandar di dekat pintu kamar mandi. Selembar handuk membalut pinggangnya yang ramping kokoh dan menutup bagian intimnya yang demikian sial, karena nyatanya dia telah gagah hanya dengan membayangkan Sin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN