20. Mami Miranda

750 Kata
"Sella, mami Miranda..." Wanita baya itu berjalan dengan anggun kearah Mario, dan tatapannya tak lepas dari Mario. Mario tahu apa yang sebentar lagi terjadi. "Mami." Mario mencoba basa basi dengan ibu kandung Sella ini. Ya, Miranda adalah ibu kandung Sella, dan Miranda tahu hubungannya dengan Sella. "Kau pasti tahu kenapa mami bisa ada disini, apalagi mami datang dengan Sella." ucap Miranda dengan nada tak enak didengar. "Apa mi?" tanya Mario berpura-pura tidak mengerti. "Ck jangan pura-pura tidak mengerti Mario. Selama Sella di Prancis, mami mengirim kata-kata untuk mengawasi Sella. Dan mami tahu hubungan apa yang kau jalin dengan Sella di sana." nafas Miranda memburu, ia terlalu emosi menghadapi situasi seperti ini. "Maksud Anda apa?" tiba-tiba Andine bersuara membuat Miranda dan Mario menoleh. Sedangkan Sella diambang pintu tengah tertawa puas. "Oh jadi ini yang namanya Andine, istri mu." ucap Miranda dengan nada tak suka. "Hubungan apa yang Mario jalin dengan Sella di Prancis?" entah memiliki keberanian dari mana, Andine dapat bertanya seperti itu. "Mau tahu?" Miranda melirik sejenak Mario, lalu tersenyum sinis. 'Semua akan terbongkar, dan pasti sebentar lagi rumah tangga ku akan hancur.' Batin Mario. "Hey kau, kau pasti tahu kan kalau Mario dan Sella memutuskan hubungan pertunangannya karena, wasiat perjodohan orang tuanya Mario. Dan kau pasti mengerti, jika mereka berpisah itu karena terpaksa. Mario dan Sella anakku saling mencintai, dan karena kau anakku Sella harus berpisah dengan orang yang dicintainya." jelas Miranda dengan nada sedikit tinggi. "Dan selama ini kau dibodohi oleh Mario, suamimu. Asal kau tahu, selama di Prancis Mario dan Sella menjalin hubungan gelap di belakang mu. Mereka selingkuh, dan perlu kau tahu, bahwa sekrang anakku, Sella tengah mengandung anak dari Mario. Mario, suamimu." tubuh Andine tegang, ia terus memutar bola matanya, rasanya ia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Dengan perlahan Andine menolehkan kepalanya dan menatap Mario, meminta kebenaran tentang ucapan ibu dari Sella. Namun, Andine semakin tak percaya ketika Mario menganggukan kepalanya. Saat itu juga Andine meneteskan air matanya. Jadi, salama ini ia dibodohi oleh Mario. Andine terus menggengkan kepalanya, berharap ini semua tidak benar. Tapi lagi dan lagi suara ibu Sella membuatnya tersadar jika semua ini benar adanya. "Untukmu Mario, mami ingin kau bertanggung jawab atas kehamilan Sella. Mami ingin kau menikahi Sella, mami tidak terima penolakkan mu Mario." tubuh Andine sudah lemas, kala Miranda meminta Mario--suaminya untuk bertanggung jawab atas kehamilan Sella. Yang artinya, Mario akan menikahi Sella. "Mami, aku tidak bisa. Aku sudah beristri." tolak Mario, langsung saja Mario menarik Andine agar mendekat ke arahnya. Andine tidak menolak, bahkan sekarang pikirannya melayang kemana-mana. "Kau lelaki b******k Mario. Mami tidak mau tahu, kau harus bertanggung jawab Mario, anak Sella butuh seorang ayah dan Sella butuh seorang suami untuk membesarkan anaknya." bentak Miranda. "Aku tidak bisa mi." "Harus bisa." "Tidak mi, Mario sudah punya Andine." "Ah dia wanita penghalang kebahagiaan putri ku. Dasar jalang." "Jaga ucapan mami." "Oh kau membelanya." "Tidak begitu maksudku" "Sudahlah, intinya kau harus mau menikahi Sella." "Tidak." "Iya." "Tidak." "Iya." bentak Miranda akhirnya, karena ia muak berdebat seperti ini. "Ti.." "Stop, stop. Kepalaku mau pecah jika kalian terus saja berdebat. Stop!" teriak Andine membuat Mario dan Miranda terdiam. "Stop, kamu..." rasanya Andine tak bisa melanjutkan ucapannya. Baru saja ia merasakan kebahagian, karena masalahnya dengan Mario sudah selesai. Tapi, kenapa masalah baru datang dan membuat hatinya kecewa dan sangat sakit. "Kamu lelaki terbejat yang aku kenal." setelah mengatakan kalimat yang membuat Mario tertohok, Andine berjalan cepat menuju kamarnya. Tidak mungkin ia berlari, karena ia masih memikirkan sang buah hati. Dan untuk bayi yang sedang ia kandung, Andine berfikir lebih baik tidak memberitahu Mario. Andine menutup pintu sangat kencang, dan langsung merebahkan dirinya diatas ranjang. Tangisannya sudah terdengar, bahkan mata itu sudah memerah dan sedikit bengkak. Hati ya sakit, mengetahu orang yang dicintainya telah mendua dibelakangnya. Dan lebih menyakitkan lagi, ketika mengetahui suaminya memiliki anak dari wanita selingkuhannya. Jika tahu akhirnya seperti ini, lebih baik dari dulu ia menolak menikah dengan Mario. Ternyata begini rasanya diduakan, dan rasanya begini jika mengetahui suami berselingkuh dibelakang, dan Andine sadar akan satu hal. Yaitu, menikah tanpa mengenal terlebih dahulu akan menimbulkan banyak masalah. Contohnya saja pernikahannya dengan Mario, bukankah ia dan Mario tak saling kenal? Bahkan langsung menikah. Ia tak mengetahui kehidupan Mario terlebih dahulu, dan semua hal yang pernah terjadi ia tak mengetahuinya. Sama halnya dengan Mario, yang tak mengetahui kehidupannya. Benar, menikah dengan orang asing seperti Mario sungguh menimbulkan masalah yang besar, dan membuat hati tersakiti. 'Jika kau mau bertanggung jawab dan menikahi Sella, nasib ku dan bayi ini bagaimana by?'
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN