25. Berakhir?

877 Kata

Sudah udah dua jam lamanya Andine mengacuhkan keberadaan Mario. Wanita itu sama sekali tak menoleh kearah Mario, bahkan mengucapkan satu kata pun tidak. Sedangkan Mario, ia hanya bisa terdiam tanpa berniat membuka obrolan. Sesekali mata Mario melirik kearah brankar Andine, berharap seseorang yang tengah terbaring disana menatapnya meskipun sesaat. Namun, harapannya tak menjadi kenyataan, ketika ia melihat Andine tengah memungunginya. Sudah cukup suasana hening ini, Mario akan mencairkannya. "Andine." panggilnya. Akan tetapi tak mendapat respon dari Andine. Mario menghembuskan nafas panjang dan berdiri dari duduknya. Ia berjalan mendekati brankar Andine. Tangannya terulur mengelus rambut panjang milik istrinya itu. Dapat Mario rasakan jika tubuh Andine menegang akan sentuhannya. "Maaf

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN