13. France [10] Spoiled

738 Kata
Andine berdiam diri diatas ranjang. Tak ada niatan untuk bangkit dan segera bersih-bersih didalam kamar mandi. Baginya, hari ini adalah hari untuk malas-malasan, karena ini hari minggu, hari libur bagi semua orang. "Andine sayang ayo mandi, ini sudah hampir pukul sebelas siang sayang." perintah itu tak henti-hentinya terucap dari bibir Mario. "Malas." cuek Andine dan kembali berkutat dengan ponsel ditangnnya. Sekali lagi Mario menghela nafas kasar, ia harus ekstra sabar menghadapi istri kecilnya ini. "Sayang, ini sudah siang ayo mandi." "By, aku sungguh malas berjalan ke kamar mandi. Jadi nanti saja mandinya." Sepertinya kesabaran Mario perlahan menipis, buktinya saja pria itu bangkit dari sofa dan menutup laptop sedikit keras. Ia berjalan menghampiri istrinya dan langsung saja merebut ponsel yang sedang dimainkan sang istri. "Mandi atau ponsel ini aku hancurkan." sungguh tawaran yang sangat gila bagi Andine. "Tidak dua-duanya by." balas Andine dengan nada sewot. "Kamu benar-benar menguras kesabaranku sayang." geram Mario. Pria itu menaiki ranjang dan langsung menerjang sang istri dengan gelitikan, diperut. Dan hal itu membuat Andine menggeliatkan tubuhnya dengan sesekali tertawa karena merasa geli. Mario terus menggelitikinya sampai Andine berteriak ampun pun ia abaikan. "Rasakan ini hah, mau mandi atau aku akan terus menggelitiki mu." "Haahahaha sudah by, iya aku mandi hahhaaha sudah by iya." teriak Andine. Akhirnya Mario berhenti menggelitikinya, tapi Mario tidak mengubah posisinya. Ia masih dalam posisi menindih tubuh Andine. Cup Mario dengan cepat mengecup bibir Andine, dan setelahnya langsung bangkit dan beranjak keluar dari dalam kamar. Meninggalkan Andine yang masih terkejut dengan apa yang baru saja Mario perbuat. "Ah Mario, aku jadi semakin mencintaimu." ●●●●● Mario tersenyum ketika melihat nama seseorang yang terpampang dilayar ponselnya. Tak menunggu waktu lama, ia langsung mengangkat panggilan itu. "Iya, ada apa sayang?" kalimat itulah yang pertama kali keluar dari bibir Mario. "Rindu, kesini dong sayang." "Iya, nanti malam aku akan kesana. Dan setelah aku pikir-pikir, aku akan menyuruh Andine pulang ke indonesia besok. Lagi pula semalam ia ingin kembali ke indonesia. Jadi, jika Andine kembali ke indonesia, kita bisa tinggal besama dalam waktu seminggu sayang." ucap Mario menjelaskan. Sungguh betapa bajingannya Mario. "Hah kamu serius sayang, aku senang sekali." "Iya Sella sayang, ya sudah ya. Aku matikan dulu." "Iya, bye calon Daddy." "Bye calon mommy." Mario mengakhiri panggilannya, dan bertepatan dengan itu Andine berjalan ke arahnya. Hal yang pertama kali Mario lihat adalah senyum manis yang menghiasi wajah Andine. Wanita itu berjalan dengan riangnya, seolah-olah tak ada beban hidup yanga sedang ditanggungnya. "By." panggil manja Andine ketika sudah berada didepan Mario. "Duduk sayang." Andine menurut, ia duduk disamping Mario. Tak tinggal diam, tangan mungilnya melingkari lengan Mario, ceritanya Andine bergelayut manja di lengan Mario. Tak hanya itu saja, bahkan kepalanya ia senderkan dipundak Mario. Sedangkan Mario yang melihatnya menjadi bingung. Dalam pikirannya, tidak biasanya Andine bersikap seperti ini. Sikap ini sungguh manja. "By ke kamar yuk." ajak Andine sambil memberikan kedipan mata manja. "Mau ngapain ke kamar sayang?" goda Mario yang langsung membuat Andine mengerucutkan bibirnya. "Oh iya sayang, aku ingin bicara sesuatu." Andine mantap Mario yang saat ini berubah menjadi serius. Ditatapnya mata Mario dengan dalam, "Mau bicara apa by." "Semalam kan kamu ingin kembali ke indonesia. Besok kamu bisa kembali ke indonesia, tapi tidak dengan aku." Ada sedikit keterkejutan diwajah Andine ketika mendengar kalimat terakhir suaminya. Awalnya ia senang karena akan kembali ke indonesia, tapi jika kembali sendirian tanpa Mario, Andine rasa tidak mungkin. Andine tidak bisa tanpa Mario. "Kita berangkat sama-sama by, tapi kenapa pulangnya aku sendirian?" terdengar kalimat seperti merajuk dari Andine untuk Mario. "Katanya kamu ingin pulang semalam, sekarang aku kabulkan kamu tidak mau." "Aku gak mau pulang by kalau kamu gak ikut. Aku tunggu seminggu lagi aja by, gak apa apa kok." balas Andine disertai senyuman menawan. "Aku tahu kamu sangat ingin pulang ke indonesia sayang. Aku juga tahu kalau kamu sangat rindu nenek bukan, jadi pulang lah besok. Dan aku akan menyusul seminggu lagi." bujuk Mario sekali lagi. Ia harus bisa membuat Andine pulang ke indonesia besok. Bisa tidak bisa, harus bisa. "Iya sih aku rindu nenek, baiklah kalau begitu. Aku pulang ke indonesia besok, tapi kamu janji ya by. Kalau pekerjaan disini selesai, kamu harus pulang." putus Andine akhirnya. Dan itu membuat Mario bersorak gembira didalam hati. "Ya sudah, sekarang ke kamar ya by." "Ngapain sayang?" "Ayolah by." "Baiklah." pasrah Mario menuruti keinginan Andine. Lagipula Andine besok juga harus kembali ke indonesia, jadi tak ada salahnya menuruti keinginan wanita itu, sebelum kembali ke indonesia.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN