Tak ada yang bisa dilakukan selain mengucapkan kata maaf. Andai saja waktu bisa diulang, ia tak akan sebodoh itu mengambil keputusan untuk menikahi Sella. Jika akhirnya wanita yang ia sayangi menjadi korbannya. Di ruang operasi, entah apa yang tengah dilakukan dokter dan para perawat, baginya sudah terlalu lama menunggu keluarnya dokter dari ruang operasi tersebut. "Kenapa kau masih disini? Pulang lah, istrimu pasti tengah mengkhawatirkan mu." sinis Rival. Mario hanya diam tak menanggapi ucapan Rival. "Andine tidak butuh dirimu, lebih baik kau pergi. Atau aku akan menambah luka dibagian wajahmu itu." ancam Rival. Namun, itu tak membuat Mario takut. Ya, memang. Sudah banyak lebam di bagian wajah Mario, bahkan sudut bibir dan matanya mengeluarkan darah segar. Akibat pukulan yang diberi

